Malas sudah daku dengar pidato SBY, makanya semalam dengan teman-teman kami lebih memilih tayangan hiburan ketimbang melihat si beliau monolog.

Kenapa eh kenapa. Kalau para pejabat negara ini memberi penjelasan, hebat luar biasa. Semuanya selalu pasti dan harus dianggap sudah benar.

Perhatikan kata kunci-kata kunci dorang: “semua sudah sesuai prosedur”, “sesuai protap”, “sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku”, “kita serahkan kepada proses hukum yang berlaku”, dan laen laen.

Kata kunci-kata kunci itu diobral di saat semuanya begitu jelas di depan mata korban berjatuhan bahkan tewas, bangunan yang dikorup ambruk, serta berbagai kesaksian di pengadilan menyebut dan memberi indikasi kuat dorang melanggar atau berkorupsi.

Dorang selalu berprinsip, sangkal dan bantah terus dengan ‘mantra’ kata kunci-kata kunci itu. Abaikan kenyataan adanya korban (nyawa/kerugian). Debat saja dan terus bela diri sampai titik darah penghabisan.

Kalau sudah kepepet, kalaupun sadar, baru akan mengaku salah. Itupun biasanya gak tulus dan tetap saja dalam nuansa ngeles. Hadoooy.. dorang tu ba…. enak digaruk mukanya..

Sesungguhnya dan sejujurnya daku kadang muar kalo nonton berita di tv swasta nasional atau membaca koran nasional kecuali berita olahraga. Bukan apa-apa lah, malas saja hampir 90 persen isi beritanya cuma Jakarta, Jakarta, Jakarta. Yah memang sih sebetulnya 90 persen permasalahan nasional itu berpusat dan berputar di Jakarta. Data 90 persen ini daku ngasal aja, tak pakai survey-surveyan segala. Sering bosan kalo liat survey-surveyan yang sering keluar di berita. Entah sejak kapan survey-surveyan seperti itu jadi semacam kewajiban untuk menganalisa suatu isu atau permasalahan. Padahal dalam menganalisa itu juga ada yang namanya perspektif, tentu saja perspektif bisa bias. Tapi bukannya survey juga tergantung yang order dan membayar. Yah daku kalo ada survey sih dan bayarannya lumayan,,, ikuuut..

Selama ini,,, hingga hari ini… hingga detik ini… Salah satu hal heboh dan selalu saja jadi sorotan adalah tingkah laku para anggota dewan perwakilan rakyat yang terhormat. Daku kadang juga heran, begitu banyak orang-orang yang protes dimana-mana tentang kelakuan wakil rakyat tersebut.
Cobalah kita perhatikan dari namanya saja WAKIL rakyat jadi yah tugasnya memang MEWAKILI rakyat. Kalau rakyat pingin punya WC yang layak *katanya sih di salah satu wilayah negara ini ada 9000 warga yang ga punya WC, ini katanya ba… cari saja data sendiri kalo gak percaya* yah diwakili oleh wakil rakyat di DPR sana.

Kalau ada rakyat yang sudah bosan naik kendaraan umum dan ingin naik kendaraan yang nyaman bisa dipake buat tiduran pas di jalanan, para wakil rakyat sudah mewakilinya.

Pingin punya kursi dan tempat duduk yang nyaman biar gak kena ambeien? Nah itu juga sudah diwakili para wakil rakyat.
Kalo ada rakyat yang mau jalan-jalan, plesiran ke luar negri,,, hal itupun sudah di wakili…
Jadi kalau ada yang mau protes kenapa anggota dewan perwakilan rakyat itu gaya hidupnya mewah atau nyaman serta punya gaji dan penghasilan yang sangat jauh berbeda dengan rakyat yang diwakilinya, harusnya sadar, semua itu cukup diwakilkan saja ke anggota dewan perwakilan rakyat.

Bukannya tugas wakil rakyat itu mewakili rakyatnya?

Dilarang marah atas pendapat daku ini…. ini edisi spesial. Tulisan iseng dikala laper dan sedang menunggu sebuah berita yang gak jelas….

Bahagia Itu

Posted: Mei 26, 2012 in Catatan Lari

Orang hidup itu kepingin bahagia. Katanya bahagia itu ada di hati. Tinggal bagaimana kita aja. Tapi….sekarang banyak yang lebih memilih menempuh jalan memutar. Membuat syarat-syarat untuk bahagia.

Banyak yang bilang: “saya akan bahagia kalau sudah punya ini, sudah punya itu, sudah bisa ini, sudah bisa itu”.
hmmm….
Daku juga kepingin bahagia. Apa yang bisa membuatku bahagia?? Apa daku harus mendatangi Istana Kebahagiaan di Latanahsilam? Atau daku akan bahagia bila sudah menginjak rumput di Old Trafford?
Kini bukan saatnya daku untuk terlalu muluk mendeskripsikan bahagia yang daku mau. Bagiku bahagia adalah keberanian mengalami kesulitan demi kesulitan dalam hidup. Karenasesuai janji Allah, setelah kesulitan selalu ada kemudahan.
Ada syair aa Gym yang daku sukai : “jalan berliku, terjalnya tebing, curamnya jurang, bukanlah sesuatu yang mengerikan. Yang paling mengerikan adalah kehilangan keberanian untuk mengarungi kehidupan. Siapapun yang berani mengarungi kehidupan, dia harus menikmati hiruk-pikuk kesulitan, terjalnya masalah, dalamnya kepiluan, karena di balik semua itu tersimpan hikmah yang dalam. Bagi pencari kebenaran, kenikmatan adalah untuk terus mencari, mengarungi samudera kehidupan.”

Sampai berapa ratus atau berapa ribu kapasitas phonebook di hape kawan-kawan ???
Kalo hape daku cuman sampe 300. Ditambah kapasitas yang di kartu sim 250, total ada 550 nomor kontak yang bisa disimpan.

Cukup sedikit ya…?
Yah, begitulah.
Akibatnya, untuk memberikan tempat bagi nomor-nomor baru yang perlu disimpan, ada sebagian kontak yang musti merelakan diri untuk dihapus. Biasanya nomor-nomor lama yang kemungkinannya kecil untuk daku hubungi lagi.

Nomor dari orang-orang yang sekadar lewat di kehidupan daku.

Yah…
Sebenarnya sedih juga mengakui. Tapi ini fakta. Memang ada orang-orang yang hanya lewat di kehidupan daku.
Lebih sedih lagi ketika bertanya, apakah orang-orang yang sedang intens berinteraksi dengan daku hari-hari ini, nantinya ada yang termasuk golongan mereka yang hanya lewat ini.

Mereka yang sekadar lewat atau daku pun akan jadi sosok yang terlewatkan bagi mereka…
Itulah kehidupan.

Kuatkah Aku ???

Posted: Mei 22, 2012 in Catatan Lari

Salah satu ayat favorit daku dalam Al Quran adalah ayat di bagian akhir surat Al Baqarah.
Yang “la yukallifullahu nafsan illa wus’aha ….” itu lho. (lanjutannya masih panjang sebenarnya).

Kurang lebih artinya menyatakan bahwa Allah tidak akan membebani setiap diri dengan beban yang melampaui kemampuan daripada diri itu sendiri.

Yah….
Itu selalu menghibur.
Ketika mengalami musibah yang besar, berarti kita orang kuat. Karena menurut Allah, kita telah mampu memikul beban berat dari musibah besar itu.

Hanya saja, banyak yang belum menyadari kalo dirinya orang kuat.
Termasuk daku. hiks…hiks…

Bagi Woody Woodpecker, rumah adalah sebuah lubang di pohon.
Itulah kenapa ada istilah “hole sweet hole” di film kartun itu.

Dan…..karena daku masih normal, dan tidak tinggal di lubang pohon, tidak ada istilah “hole sweet hole” bagi diriku. Yang ada ya istilah normal yang “home sweet home” itu.

Dan…..di tempat itulah saat ini daku ingin berada. Rumah tercinta. Nun Jauh di sana. Sebuah Pulau. Sejauh apapun, tetap pulau tercinta. Karena cinta daku kepada rumah itu tak bersyarat. Kata pakar, ciri-ciri cinta tak bersyarat, akan bisa masuk ke dalam kalimat ‘walaupun.’

Sama seperti cinta daku ke Manchester United (MU). Walaupun musim ini gagal juara EPL. Walaupun musim ini kiprah di liga Champions kurang memuaskan. Daku tetap MU Lover. Kegagalan MU menjuarai EPL untuk ke-20 kali sempat merusak mood daku beberapa waktu lalu. Tapi daku tetap cinta MU. Dan seperti itulah seharusnya MU lover sejati.
Glory glory glory Man United. Sekali MU tetap MU.

Keluhan Kembang Bacot

Posted: Mei 17, 2012 in sekedar celoteh

Manusia itu memang sejenis makhluk yang suka mengeluh.
Gak percaya?
Lihat saja status-status di facebook, twitter, bbm, banyak sekali yang berisi keluhan-keluhan.

Daku juga manusia. Sehingga kalau nanti ketemu keluhan di tulisan ini, maafkanlah daku. Daku jamin bukan sebuah keluhan yang berat. Bukan keluhan-keluhan berat yang hanya pantas dikeluhkan kepada Sang Maha Kuasa. Hanya keluhan-keluhan yang sebatas menjadi kembang bacot saja.

Entahlah. Mengapa juga daku masih mengeluh pada sesama. Padahal sebenarnya daku juga menyadari tiada guna mengeluh kepada sesama manusia. Yang dikeluhi tidaklah lebih mampu menyelesaikan masalah daripada yang mengeluh. Mungkin karena bakalan ada kepuasan tersendiri karena rasanya telah membagi beban gitu ya.

Hari ini daku mendapat sebuah surat pemberitahuan tentang sebuah proyek yang akan dikerjakan secara tim. Nah ini dia. Baiklah, dimulai dari ketidaksukaan daku kepada kerja tim. Yah apa mau dikata. Betapa daku itu seorang penyendiri dan sangat nyaman dengan kesendirian. Seorang penyendiri yang tidak menyukai kerja tim, dan segala omongan besar tentang teamwork.

Selain karena pada dasarnya daku adalah seorang penyendiri, ada hal lain yang membuat daku tidak suka dengan kerja tim ini. Hal itu adalah karena daku adalah seseorang yang percaya bahwa hanya ada satu matahari. Baik di tata surya maupun dalam sebuah tim. Bila sudah ada satu matahari dalam sebuah tim, tidak ada tempat untuk matahari kedua di tim itu. Bila matahari kedua masih ingin tetap bergabung dalam tim, dia punya dua pilihan. Tetap menjadi matahari dengan mematikan matahari pertama, atau berhenti menjadi matahari dan mengalah pada matahari pertama.

Tapi, memang adakalanya daku merasa kepercayaan daku itu salah. Seperti yang daku rasakan kini. Tentang kepercayaan bahwa hanya ada satu matahari itu.
Kenapa bisa?
Iya. Belakangan ini udara siang rasanya panas banget. Sinar matahari begitu menyengat. Mungkin panasnya itu dua kali lipat panas biasanya. Sehingga daku jadi berpikir mungkin ada dua matahari di tata surya kita. Dan kalo hal itu berlaku di tata surya, mungkin saja hal itu juga berlaku dalam tim. Bisa jadi pula dimungkinkan ada dua matahari dalam tim.

Tapi entahlah…
Daya hanya ingin mengeluh tentang panasnya udara siang akhir-akhir ini.
Kalo tulisan ini terkesan aneh dan gak nyambung, yah maklumi saja.
Terima kasih telah menyimak.